Website Resmi Desa Cimayasari. Mari Bangun Dan Berkarya Untuk Cimayasari Berjaya.

Artikel

SDGs Desa

23 Maret 2021 22:41:14  Mochamad Nawawi  1.464 Kali Dibaca  Berita

PENGERTIAN SDGs DESA?

Sustainable Development Goals (SDGs) dalam arti Tujuan Pembangunan Berkelanjutan adalah role model pembangunan keberlanjutan dengan menitik beratkan unsur kearifan lokal dan religiusitas sebagai poin utama.

SDGs Desa merupakan role pembangunan berkelanjutan yang akan masuk dalam program prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2021 (baca artikel sebelumnya tentang PRIORITAS PENGGUNAAN DANA DESA TAHUN 2021).

 

TUJUAN DAN SASARAN SDGs DESA

Mengutip dari Permendesa 13/2020  setidaknya ada 18 tujuan dan sasaran pembangunan melalui SDGs Desa tersebut, yaitu:

 

SDGs Desa nomor 1: Desa Tanpa Kemiskinan, diksi dipilih daripada no poverty atau mengakhiri kemiskinan. Ikon tabungan jago menunjukkan kekhasan warga desa untuk mengakhiri kemiskinan dengan memulai tabungan meskipun ditabung di dalam rumah.

SDGs Desa nomor 2: Desa Tanpa Kelaparan, diksi dipilih daripada zero hunger atau mengakhiri kelaparan. Ikon bakul nasi menandai terbebasnya warga dari kelaparan, karena sudah bisa makan nasi yang menjadi persentase pengeluaran terbesar keluarga-keluarga di desa saat ini.

SDGs Desa nomor 3: Desa Sehat dan Sejahtera, diksi dipilih daripada good health and wellbeing atau kesejahteraan yang baik dan kesejahteraan. Ikon detak jantung yang bermakna kehidupan disusun lebih manusiawi dengan menambahkan tangan manusia

SDGs Desa nomor 4: Pendidikan Desa Berkualitas, diksi dipilih daripada quality education atau pendidikan bermutu. Ikon warga desa membaca, yang ditandai warga bercaping, merujuk pada pendidikan seumur hidup melalui keberlanjutan membaca informasi terbaru.

SDGs Desa nomor 5: Keterlibatan Perempuan Desa, diksi dipilih daripada gender equality atau kesetaraan gender, karena menunjukkan persoalan yang lebih dominan di desa untuk mencapai kesetaraan gender ialah peningkatan keterlibatan perempuan. Ikon serupa dengan SDGs.

SDGs Desa nomor 6: Desa Layak Air Bersih dan Sanitasi, diksi dipilih daripada clean water and sanitation atau akses air bersih dan sanitasi. Ikon kendi berisi air lebih dikenal khalayak desa, yang menandai akses terhadap air minum yang layak.

SDGs Desa nomor 7: Desa Berenergi Bersih dan Terbarukan, diksi dipilih daripada affordable and clean energy atau energi bersih dan terjangkau. Ikonnya merujuk pada energi bersih dan terbarukan yang bisa dipraktekkan di desa, berupa pembangkit listrik dari kincir angin.

SDGs Desa nomor 8: Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata, diksi dipilih daripada decent work and economic growth atau pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Ikon pertumbuhan ekonomi diletakkan pada warga desa bercaping agar terasa lebih dekat pada lingkungan desa.

SDGs Desa nomor 9: Infrastruktur dan Inovasi Desa sesuai Kebutuhan, diksi dipilih daripada industry, innovation, and infrastructure atau infrastruktur, industri dan inovasi. Ikon jalan yang sangat panjang merefleksikan kebutuhan khas desa nusantara, di mana selama ini dana desa juga diarahkan sesuai kebutuhan pembangunan 121 ribu km jalan tersebut.

SDGs Desa nomor 10: Desa Tanpa Kesenjangan, diksi dipilih daripada reduced inequalities atau mengurangi ketimpangan. Ikon timbangan yang sejajar antar penduduk desa bercaping mengindikasikan kesejahteraan yang merata, sehingga warganya berdiri sejajar satu sama lain.

SDGs Desa nomor 11: Kawasan Permukiman Desa Aman dan Nyaman, diksi dipilih daripada sustainable cities and communities atau kota dan komunitas yang berkelanjutan. Ikon rumah khas di desa dengan lingkaran tidak terputus menandai permukiman desa yang terus lestari atau berkelanjutan.

SDGs Desa nomor 12: Konsumsi dan Produksi Desa Sadar Lingkungan, diksi dipilih daripada responsible consumption and production atau konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Ikon berupa warga desa membuang sampah ke tong sampah yang terseleksi, karena lebih jelas menunjukkan pengumpulan sampah terpilah, agar digunakan lembaga bank sampah untuk diolah kembali menjadi barang produktif.

SDGs Desa nomor 13: Desa Tanggap Perubahan Iklim, diksi dipilih daripada climate action atau penanganan perubahan iklim.  Karena, iklim merujuk pada kondisi regional sampai global, sehingga peran utama desa bukan terutama menanganinya, melainkan tanggap melakukan mitigasi perubahan iklim. Ikon kebebasan anak-anak bermain air hujan menunjukkan iklim yang terjaga, sehingga menyehatkan bagi manusia, bahkan bagi anak-anak sekalipun.

SDGs Desa nomor 14: Desa Peduli Lingkungan Laut, diksi dipilih daripada life below water atau menjaga ekosistem laut. Ikon nelayan desa menebar jalan di pesisir yang dangkal mengilustrasikan ekosistem lautan yang terjaga sehingga mudah untuk menjala ikan.

SDGs Desa nomor 15: Desa Peduli Lingkungan Darat, diksi dipilih daripada life on land atau menjaga ekosistem darat. Ikon sawah yang subur hingga membuahkan padi bernas menandai lingkungan yang tetap terjaga kelestariannya.

SDGs Desa nomor 16: Desa Damai Berkeadilan, diksi dipilih daripada peace, justice, and strong institution atau perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang kuat. Ikon kentongan menandai desa yang aman, damai, dan berkeadilan.

SDGs Desa nomor 17: Kemitraan untuk Pembangunan Desa, diksi dipilih daripada partnership for the goals atau kemitraan untuk mencapai tujuan. Ikon hubungan antara warga dan pihak-pihak lain menekankan kemitraan yang berguna.

SDGs Desa nomor 18: Kelembagaan Desa Dinamis dan Budaya Desa Adaptif, tambahan untuk menunjukkan kekhasan pembangunan desa Indonesia. Ikon pembangunan desa sesuai mandat menyusun prioritas pembangunan desa kepada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

 

Upaya pencapaian SDGs desa dalam situasi dan kondisi Pandemi COVID-19 tidaklah mudah, karena itulah, penggunaan dana desa 2021 diprioritaskan untuk membiayai kegiatan yang mendukung pencapaian 10 (sepuluh) SDGs desa yang berkaitan dengan kegiatan pemulihan ekonomi nasional, program prioritas nasional, dan adaptasi kebiasaan baru desa. Adapun 10 SDGs dimaksud dalam situasu dan kondisi Pandemi Covid-19 adalah :

  1. Desa tanpa kemiskinan,
  2. Desa tanpa kelaparan,
  3. Desa sehat sejahtera,
  4. Keterlibatan perempuan desa,
  5. Desa berenergi bersih dan terbarukan,
  6. Pertumbuhan ekonomi desa merata,
  7. Konsumsi dan produksi desa sadar lingkungan,
  8. Desa damai berkeadilan,
  9. Kemitraan untuk pembangunan desa, dan
  10. Kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif.

 

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Peta Desa

Wilayah Desa

Sinergi Program

KEMENDES PDTT KOMINFO KEMENSOS
JAWA BARAT PIKOBAR SAPA WARGA
KABUPATEN SUBANG

Aparatur Desa

Agenda

Komentar Terbaru

Info Media Sosial

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:42
    Kemarin:75
    Total Pengunjung:33.387
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:3.238.204.31
    Browser:Tidak ditemukan